ZoyaPatel

Isaias Dou, Bapa Meepago dan TeladanKepemimpinan Di Papua

Mumbai

Nabire – Mantan Bupati Nabire periode 2010–2021, Isaias Dou, dinilai layak disebut sebagai Bapa Wilayah Meepago PPT atas jasa dan perannya dalam menjaga stabilitas keamanan serta membangun kehidupan sosial masyarakat selama satu dekade kepemimpinannya.

Selama memimpin Kabupaten Nabire selama 10 tahun, situasi keamanan dinilai relatif aman dan kondusif. Pada masa kepemimpinan Isaias Dou, Nabire terhindar dari berbagai gangguan keamanan seperti aksi begal, tabrak lari, peredaran minuman keras, penyalahgunaan aibon, hingga konflik perang suku. Kondisi ini menjadi catatan penting dalam sejarah pemerintahan daerah di wilayah Meepago.

Selain keberhasilannya dalam memimpin pemerintahan, Isaias Dou juga dikenal sebagai figur bapa dalam makna sosial dan budaya. Dari beberapa istri, beliau memiliki puluhan anak, dan jika dihitung bersama cucu-cucunya, jumlahnya telah mencapai ratusan orang. Hingga saat ini, beliau masih dalam kondisi sehat. Hal ini menjadi perbandingan tersendiri dengan sejumlah mantan kepala daerah lain di wilayah Meepago dan Papua pada umumnya yang telah meninggal dunia akibat berbagai persoalan.

Isaias Dou dikenal luas sebagai sosok yang jujur, penuh kasih, dan dekat dengan rakyat. Sejak lahir hingga kini, nilai kejujuran dan kepedulian sosial terus melekat dalam dirinya. Oleh karena itu, masyarakat menilai para Gubernur dan Bupati se-Papua perlu belajar dari gaya kepemimpinan Isaias Dou, khususnya dalam memimpin dengan hati dan mengedepankan kepentingan rakyat.

Dari sisi latar belakang, Isaias Dou lahir dari keluarga petani sederhana yang pada masanya dapat dikategorikan sebagai keluarga miskin. Ia merupakan anak asli Deiyai, berasal dari Kampung Pudu, wilayah pinggiran Danau Tigi. Meski berasal dari latar belakang sederhana, Isaias Dou tumbuh menjadi tokoh politik senior yang dikenal luas di seluruh wilayah Meepago.

Di kalangan masyarakat, Isaias Dou juga dikenal sebagai sosok dermawan, sering disebut sebagai pemilik “uang merah biru”, serta memiliki tangan yang ringan untuk membantu siapa pun tanpa memandang latar belakang. Selama menjabat sebagai Bupati Nabire, beliau tidak memelihara musuh politik. Sikap kasih dan keterbukaannya dirasakan oleh banyak pihak yang pernah bertemu langsung dengannya.

Warisan kepemimpinan Isaias Dou dinilai bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada nilai perdamaian, persaudaraan, dan keteladanan hidup yang masih dikenang hingga saat ini.

Oleh: W.kaibou Doo
Ahmedabad